Oktober 4, 2022
Kabar Maluku

Jangan Sampai Menjadi “Gubernur Bau Kentut”.

Catatan Kritis Akhir Tahun, Untuk Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Oleh : M Sedek Latuconsina (Fungsionaris Partai Golkar Maluku)

MATCAN.ID– Dalam lima tahun terakhir, bisa dibilang adalah era baru gaya kepemimpinan bagi sejumlah daerah di tanah air. Itu setelah banyak tokoh nasional yang memutuskan untuk “pulang kampung” membangun masa depan daerah ke arah yang lebih baik. Anis Baswedan , Khofifah Indar Parawnsa, Ganjar Pranowo dan Victor Laiskodat adalah sederet nama nasional mengambil jalan panjang. Berdesakan melawan petahana dalam Pemilihan Kepala Daerah, kemudian menang. Terbukti, sederet nama tersebut tidak hanya menggenggam label nasional, tapi gagasan dan pemikiran mereka juga sangat besar untuk membangun daerah masing- masing. Mereka cerdas dan penuh kreativitas dan mampu menjadi lokomotif perubahan. Benar-benar hadir di tengah masyarakat dan menjadi pelayan rakyat.

Anis Baswedan misalnya, dalam tempo dua tahun, mampu membawa DKI Jakarta naik ke level yang lebih tinggi. Jakarta kini menjadi kota sangat ramah lingkungan. Dilengkapi oleh banyaknya fasilitas umum moderen kelas dunia bahkan menjadi kiblat percontohan pembangunan kota-kota besar dunia masa kini. Anis pun dikagumi dunia internasional, sederet penghargaan sebagai pengakuan prestasi pun mengalir.

Sama dengan Anis, Ganjar Pranowo yang terus menjadikan sejumlah wilayah di Jawa Tengah menjadi lumbung bawang putih untuk memutus ketergantungan Indonesia akan bawang putih asal Tiongkok adalah langkah visioner. Begitu juga Khofifa Indar Parawansa yang terus membangkitkan ekonomi kerakyatan di Jawa Timur. Lalu, ada Victor Laiskodat yang jago melakukan lobi-lobi kelas tinggi untuk mendatangkan investor ke Nusa Tenggara Timur.

Ya, setidaknya, apa yang diperagakan oleh sejumlah kepala daerah di atas adalah bukti, bahwa semua daerah memiliki potensi atau peluang yang sama untuk bangkit ke level ebih tinggi. Tergantung bagaimana kepemimpinan daerah melihat peluang serta memiliki kemampuan dan kecerdasan komunikasi untuk memaksimalkan semua kekuatan daerah tersebut untuk bangkit bersama.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *